PENGERTIAN CERITA FANTASI
Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk melatih kreativitas. Berfantasi secara aktif bisa mengasah kreativitas. Di Indonesia kita memiliki penulis hebat yang menulis berbagai cerita fantasi.
Adapun struktur teks cerita fantasi adalah sebagai berikut
- Orientasi (Pembukaan): yaitu dimana pengarang memberikan pengenalan tentang tema, penokohan, dan sedikit alur cerita kepada para pembaca.
- Konflik: bagian yang terjadi permasalahan dimulai dari awal hingga menuju puncak masalah.
- Resolusi: bagian ini merupakan penyelesaian dari permasalahan atau konflik yang sedang terjadi. Resolusi merupakan bagian penentu yang mengarah pada ending.
- Koda (penutup): bagian ini merupakan penutup cerita fantasi. Ending dibedakan menjadi 2, yakni happy ending dan sad ending.
Ciri kebahasaan cerita fantasi
Terdapat 6 ciri-ciri kebahasaan dalam cerita fantasi, yaitu:
- penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan. (contoh: aku, mereka, dia, dikau, engkau, Quen, Angel Biru).
- penggunaan kata yang menyerap panca indera dalam diskripsi latar (tempat, waktu, dan suasana), contohnya dalam beberapa teks berikut.
- Latar tempat
Tiga pohon berjajar rapih berdiri dengan kokoh. Sayap-sayap burung yang mulai mengepak, menggoyangkan daun-daun dalam dahan. Hembusan angin yang tak biasa. Mengemparkan kota Zaitun di sore ini.
- Latar suasana
Air mata pun jatuh di pipi Pangeran Xin. Sepucuk surat dari Sang Nenek menjadi saksi kepiluannya. Tawa canda pangeran sirna.
- Latar Waktu
Pagi hari seperti biasa para agent mempersiapkan diri. Matahari bersinar terang membawa hawa semangat. Kokok jago bersautan menyambut hari telah datang.
- Latar tempat
- Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus.
Contoh: Monster itu bekaki empat. Langkah seribunya penuh dengan keberanian. Semakin mendekat semakin melawan.
- Kata sambung penanda urutan waktu.
Kata sambung urutan waktu itu, sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, dan sebagainya. Penggunaan kata sambung uruan waktu untuk menandakan datangnya tokoh lain atau perubahan latar, baik latar suasana, waktu, dan tempat.
contoh:- Sebelum Alien itu datang langit mendung
- Tiga tahun yang lalu, gunung itu memuntahkan lahar dingin
- Akhirnya, Raja Zahab berkuasa kembali di kerajaan Saturnus.
- Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan.
Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakkan cerita (memulai masalah)
contoh:- Tiba-tiba pesawat tempur melepaskan tembakan petamanya.
- Ditengah pesta datanglah pereman-pereman itu.
- Tanpa ku duga, Cermin Ajaib berpindah tempat.
- Penggunaan dialog/kalimat langsung dalam cerita
Contoh : "Berlarilah Natakoo! Monster itu mengejarmu." Teriak ninja
- Ada Keajaiban, keanehan dan kemisteriusan
Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural, kemisteriusan, dan kegaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi berjenis fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.
- Ide Cerita
- Menggunakan berbagai latar supernatural atau futuristik
- TOkoh unik (memiliki kesaktian)
- Bersifat Fiksi
- Bahasa yang variatif, ekspresif
Langkah-langkah Menyusun Cerita Fantasi
Cerita fantasi dapat disusun dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
- Memilih topik atau menjadi dasar penceritaan, yaitu menentukan ide awal.
- Mengumpulkan materi sebagai bahan uraian dengan melakukan riset.
- Menentukan pola pengembangan bahan uraian. Pengarang dapat melakukan pembuatan detail-detail ide awal cerita.
- Menyusun kerangka paragraf berupa gagasan dan gagasan penjelas lainnya.
- Mengembangkan kerangka paragraf menjadi kalimat yang padu sehingga tersusun sebuah cerita.
Diatas adalah uraian singkat tentang Bahan Ajar Cerita Fantasi, untuk materi lebih lengkap dapat didownload pada tombol yang tersedia di bawah
Download Bahan Ajar Teks Cerita Fantasi